Panji Kidul, SMK manbaul Hikam— Sistem bertanam hidroponik bisa menghasilkan produk tanaman yang besar dengan periode yang lebih cepat dan lahan yang lebih sempit daripada pertanian tradisional. Penggunaan pestisida dan obat-obatan kimia yang hampir tidak ada merupakan keunggulan tersendiri dari pertanian hidroponik. Dengan hidroponik, produksi tanaman dapat dihasilkan sepanjang tahun dan tidak bergantung pada musim karena tanaman yang ditumbuhkan dengan sistem hidroponik tumbuh dalam kondisi tertutup atau terproteksi.

Hidroponik juga dapat diaplikasikan untuk menghasilkan pakan hewan ternak atau fodder. Sistem fodder hidroponik biasanya dengan cara menyemai biji-bijian sereal seperti barli, gandum, sorgum dan jagung atau bisa juga biji-bijian legum seperti alfalfa.

Kalau di luar negeri, biasanya yang dipakai untuk fodder hidroponik adalah rumput barli karena memiliki kandungan nutrisi tertinggi. Namun tidak menutup kemungkinan untuk jagung juga bisa dikembangkan. Sistem fodder hidroponik terdiri atas rak-rak yang digunakan untuk menempatkan baki atau nampan sebagai tempat menyemai biji fodder.

Setelah benih direndam semalaman, biji di sebar ke nampan atau baki. Selama masa perkecambahan, biji dijaga supaya dalam keadaan lembab tapi tidak berlebihan atau air jangan sampai menggenang. Nampan atau baki biasanya dilubangi sebagai drainase sedangkan penyiraman dan pemberian nutrisi diatur melalui sprayer otomatis atau manual. Benih untuk fodder biasanya mulai berkecambah dalam waktu 24 jam dan dalam waktu 5 – 8 hari sudah tumbuh dengan ketinggian sekitar 15 – 20 cm.

Setelah fodder diambil dari nampan, langsung bisa diberikan ke ternak kambing. Ternak kambing bisa memakan keseluruhan bagian dari fodder, baik daun, batang dan akar.

Pakan fodder merupakan pakan dengan limbah yang sangat sedikit. Sebagian kambing mungkin tidak mau memakan karena belum terbiasa. Namun hal itu bisa diatasi dengan cara membiasakan pakan fodder tersebut.